Kembali ke Beranda

Panduan Metodologi Kanvas Tesis S2

Pedoman penyusunan topik tesis rekayasa berstandar Scopus & Google Scholar

5 Komponen Kanvas Topik Tesis

1. Judul Sementara:

Harus memuat unsur spesifik: Subjek (objek material/elemen struktur), Intervensi (variabel bebas/perlakuan), dan Hasil Ukur (besaran teknis beserta satuan terukur).

2. Latar Belakang & Gap:

Maksimal 3 kalimat terstruktur: Apa yang telah diketahui secara mapan → Apa keterbatasan / celah yang belum terjawab → Mengapa intervensi ini penting diselesaikan. Wajib didukung minimal 5 referensi mutakhir (Scopus & Google Scholar).

3. Pertanyaan Riset Utama:

Dapat diuji empiris atau numerik. Hindari pertanyaan biner ya/tidak ("apakah berpengaruh?") dan gunakan kata tanya yang menuntut ukuran parameter ("seberapa besar hubungan...").

4. Metode Inti & Kebutuhan Data:

Pencantuman standar teknis (SNI, ASTM, AASHTO) dan inventarisasi ketersediaan data (primer/sekunder) guna memastikan penelitian realistis diselesaikan dalam masa studi S2 (≤ 24 minggu pengumpulan data).

5. Validasi Kelayakan:

Rubrik 5 kriteria (Kejelasan Gap, Kebaruan, Relevansi Rekayasa, Ketepatan Metode, dan Kelayakan Data) dengan evaluasi diri dan skor otomatis dari sistem.

Menghindari Jebakan Novelty Semu (Peringatan Dosen)

1. Jebakan Lokasi Baru (Location Trap): Mengklaim kebaruan hanya karena lokasi penelitian baru (mis. "di Kabupaten X", "pada Proyek Gedung Y") tanpa ada variabel kondisi tanah, beban seismik, atau material lokal yang diuji secara saintifik.
2. Sindrom Perangkat Lunak (Software Syndrome): Mengklaim kebaruan hanya karena memodelkan dengan software/aplikasi baru (mis. "dengan ABAQUS", "berbasis SAP2000") tanpa ada kontribusi pada pemahaman fenomena rekayasa baru.